Waspadai Zat Beracun Sebatang Rokok

Menurut data WHO, jumlah perokok di Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia, setelah Cina dan India. Dari jumlah itu, diperkirakan sekitar 200.000 orang di Indonesia meninggal dunia akibat rokok. Deretan penyakit yang umum diakibatkan rokok adalah penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Beragam penyakit yang muncul tersebut dikarenakan banyaknya zat bersifat racun yang terdapat dalam satu batang rokok. Selain ratusan senyawa kimia yang berasal dari kertas atau filter yang bereaksi saat dibakar, rokok mengandung senyawa beracun karbon monoksida (Co), tar, dan nikotin.

Baca juga : cara memutihkan bola mata

Karbon monoksida

Di antara semua senyawa berbahaya dalam rokok, karbon monoksida tidak bisa dikesampingkan efek negatifnya. Umumnya, hasil pembakaran tak sempurna ini ditemukan pada asap dari knalpot kendaraan bermotor. Ketika masuk ke dalam tubuh, karbon monoksida akan mengikat hemoglobin darah sehingga akan menghalangi penyaluran oksigen ke seluruh tubuh sehingga mengakibatkan Anda cepat lelah dan mengalami anemia. Dalam jangka waktu lama, paparan karbon monoksida akan membuat kerusakan pada organ-organ tubuh.

Tar

Selain karbon monoksida, terdapat pula senyawa tar. Tar adalah senyawa kimia beracun yang terbentuk karena asap rokok. Dalam tar terdapat ribuan zat kimia yang bersifat racun, seperti toluen, aceton, dan cobalt. Keberadaannya mudah ditandai dengan noda kekuningan di gigi atau kuku para perokok. Tar menyebabkan munculnya plak pada gigi yang kemudian bisa berkembang menjadi radang gusi, bau mulut, dan berkurangnya sensor perasa pada lidah, Jika terpapar tar dalam waktu lama, maka tubuh berpotensi mengalami beragam gangguan kesehatan, seperti munculnya kanker, penyakit jantung koroner, menurunkan kualitas sperma, impotensi, gagal organ, menurunnya daya tahan tubuh, dan masih banyak lagi lainnya.

Nikotin

Zat berbahaya lain yang ada dalam sebatang rokok adalah nikotin. Sebenarnya, nikotin adalah zat biokimia yang ada di dalam tembakau yang berfungsi sebagai insektisida alami. Nikotin tidak secara langsung menyebabkan penyakit berbahaya bagi tubuh manusia. Nikotin menjadi berbahaya karena efeknya membuat kita kecanduan, sama seperti kafein atau obat-obatan terlarang. Nikotin bekerja sebagai semacam neurotransmitter yang akan memengaruhi gerakan otot, pernapasan, detak jantung, dan daya ingat. Ketika masuk ke tubuh, ia akan mempercepat detak jantung dan menaikkan tekanan darah. Penelitian juga mengungkapkan nikotin dapat meningkatkan kadar hormon dopamine pada otak yang dapat membuat Anda merasakan sensasi nikmat sesaat. Tak heran, banyak yang merasakan bahwa merokok diklaim bisa membuat lebih tenang dan rileks. Itu adalah efek zat nikotin. Begitu Anda berhenti merokok, Anda bisa merasa gelisah, cemas, hingga stres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *