Tidur Ke Kanan Atau Telentang Bahayakan Janin Bag2

Lalu, risiko apa saja yang akan didapat mamil dan janinnya bila tidur dengan posisi tidur yang salah? Bila terjadi penurunan jumlah aliran darah ke janin akibat posisi tidur berbaring telentang atau miring ke kanan, dikhawatirkan akan terjadi kondisi hipoksia pada janin, Ma. Hipoksia adalah berkurangnya kadar oksigen pada darah janin yang dapat menyebabkan terjadinya gawat janin atau kematian janin.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Duh! MIRING KE KIRI Tenang, Ma, risiko tersebut dapat dihindari dengan menerapkan posisi tidur yang aman sesuai trimester kehamilan. Pada trimester pertama, rahim belum membesar, sehingga semua posisi tidur aman, tidak memengaruhi aliran darah ke janin. Pada trimester kedua dan ketiga, yang paling aman adalah posisi tidur berbaring miring ke kiri. Selain dapat menghindari risiko terjadinya kondisi hipoksia pada janin, tidur menghadap ke kiri diyakini juga bisa mengurangi pembengkakan di bagian kaki yang biasanya kerap dialami mamil.

Dr. Lucy Chappell, dari divisi kesehatan perempuan di King’s College London (salah satu pusat penelitian terkemuka di London), menambahkan, tiga per empat perempuan hamil cenderung memilih tidur dengan menghadap ke kiri, angka ini lebih tinggi dibanding posisi tidur perempuan yang tidak dalam kondisi hamil. Ini bisa terjadi karena kemungkinan secara alami dan tanpa disadari, mamil memilih posisi yang terbaik untuk bayinya.

Agar terbiasa tidur dengan posisi menghadap ke kiri, posisi yang aman bagi mamil dan janin, Mama perlu membiasakan untuk tidur miring ke kiri sejak kehamilan trimester pertama atau kedua. Ini perlu dilakukan agar Mama terus menerapkan posisi tersebut hingga kehamilan trimester akhir, dimana risiko kematian janin semakin besar seperti yang dijelaskan oleh para peneliti University of Auckland.

Memang, sih, Ma, kadang saat tidur tanpa kita sadari posisi tidur akan berubahubah. Tetapi, kita dapat mengantisipasinya dan tetap dapat tidur dengan nyaman, lo. Caranya? Sebelum tidur, Mama siapkan tiga buah bantal, kemudian letakkan satu bantal di antara kedua kaki Mama, satu bantal di bawah perut, dan satu lagi di belakang punggung. Bila dirasa kurang nyaman, Mama bisa mengubah posisi bantal di mana saja asalkan Mama bisa tidur disangga bantal di depan dan belakang seperti bayi.

Sumber : https://pascal-edu.com/