Sungai Terpanjang Yang Di Lihat Orang Banyak

Duduk yang direlokasi, Bendungan Tiga Ngarai menenggelamkan banyak peninggalan masa silam. Salah satunya adalah Pulau Zhongbaodao, delta yang berada persis di lokasi bendungan. Sejak 5.000 tahun lalu, pulau itu berfungsi sebagai kuburan. Dalam tradisi Tiongkok, ketika mati, seseorang dikubur dengan membawa barang berharga.

Pemerintah memberi waktu dua tahun kepada para arkeolog untuk mengumpulkan artefak kuno sebelum pulau itu diuruk. Hasilnya adalah 5.000 keping pernak-pernik masa silam yang kini tersimpan di Museum Yichang. Dari lukisan kuno, guci, hingga kerajinan logam terawat dengan baik di museum itu. ”Masih ada koleksi lain yang tidak tertampung di sini,” kata Rebecca Xiang, perempuan penjaga museum. Rebecca menunjukkan sebuah gelas anggur dari perunggu dengan sungut di bibirnya.

Gelas itu dulu dipakai untuk menjamu tamu. Jika sungut gelas menyentuh hidung saat anggur ditenggak, artinya anggur itu sudah tandas. Ini merupakan tanda bagi tuan rumah untuk menuangkan kembali anggur buat tamunya. Plus-minus Bendungan Tiga Ngarai selalu hangat dibicarakan di antara masyarakat Cina. Jiamin, misalnya, mensyukuri pembangunan dam karena menyelamatkan jutaan warga Cina dari banjir. Sungai Yangtze beberapa kali pernah meluap.

Pada 1954, diperkirakan 33 ribu orang tewas akibat bencana itu. Pada 1988, 3.700 orang tewas. Umumnya banjir di Yangtze disebabkan oleh hujan panjang pada musim panas. Kapten Victoria Lianna, Qiu Haifeng, mengatakan, sebelum bendungan dibangun, kapal yang melalui Yangtze terkadang menggunakan bilah bambu untuk mengukur kedalaman bengawan. ”Itu karena di beberapa bagian sungai teramat dangkal,” katanya. Setelah ada bendungan, permukaan sungai naik hingga 175 meter.

Hujan sudah reda di Jalan Raya Xiling, pusat Kota Yichang. Saya dan Gerry bergegas meninggalkan museum menuju restoran di sebuah pusat belanja. Sore itu Gerry mengajak saya menyantap suan cai yu, sup ikan mas yang dimasak dengan bumbu daun mo-shi, jahe, merica, dan potongan cabai merah. Disajikan mendidih, asap mengepul di atas makanan itu. Ditambah nasi putih, pelbagai lauk, dan teh hijau sebagai penutup, kami tak lagi berbicara tentang plusminus Bendungan Tiga Ngarai. Didera lapar sejak siang, sore itu kami tenggelam dalam ”sungai” yang lain: kelezatan kuliner Tiongkok.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *