Sungai Terbesar Dan Terviral Sekarang

Mereka adalah anggota klub yang saban sore merenangi Sungai Yangtze. Dari sisi yang satu, mereka mengayuhkan lengan hingga ke sisi lain—lebih dari 1.000 meter. ”Tak peduli musim dingin, mereka tetap berenang,” ujar Gerry Feng, pemandu yang menemani saya, menggantikan Jiamin, yang kembali ke kota asal. Permukaan Yangtze, menurut Gerry, tak pernah menjadi es, bahkan pada musim dingin.

Arus sungai yang kuat membuat es tak pernah terbentuk. Itu sebabnya tak pernah ada kata absen bagi Dah dan kawan-kawan. Satu per satu mereka mencebur ke air dingin. Makin jauh mereka berenang, makin tak terlihat pelampung oranye yang menggantung di pinggang. Hujan turun semakin deras. Tubuh ketiganya hilang dalam kabut. Yichang adalah bagian hilir dari Bendungan Tiga Ngarai yang satu jam sebelumnya saya lalui. Bendungan terbesar di dunia itu menahan sedimen hingga air sungai menjadi lebih jernih.

Lumpur juga tertahan di telaga-telaga penampung yang terbentuk berkilo-kilometer sebelum dam. Bendungan Tiga Ngarai dibangun pada 1993-2009. Ini adalah ide besar yang muncul sejak Cina masih dipimpin Sun Yat-sen, pemimpin nasionalis Cina. Pada 1944, pemerintah Cina sempat mengundang seorang insinyur Amerika untuk melakukan studi awal. Darinya kemudian lahirlah The Preliminary Report on The Project of Yangtze Three Gorges.

Idenya adalah membuat bendungan untuk tiga kegunaan: pembangkit listrik, pencegah banjir, dan navigasi. Memakan biaya Rp 360 triliun, Bendungan Tiga Ngarai menghasilkan listrik 18.200 megawatt— pembangkit tenaga air terbesar di dunia saat ini. Kawasan Sandouping, tempat Bendungan Tiga Ngarai berada, dipilih sebagai lokasi karena topografinya yang mendukung.

”Bukit yang rendah di kiri-kanannya mempermudah konstruksi,” kata Lu Jin dalam buku Three Gorges Project in China. Tanah Sandouping yang mengandung granit dapat memperkokoh bangunan selain tak mudah ditembus air. Pada hari terakhir perjalanan, pengelola dam mengizinkan saya naik ke pundak proyek raksasa itu. Terbentang dari ujung sungai yang satu ke ujung yang lain, panjangnya 2,3 kilometer.

Di ketinggian 180 meter dari permukaan sungai, Yangtze tampak seperti telaga raksasa. Lebar bendungan hampir setengah kilometer. Di bawah saya, 26 turbin bekerja 24 jam untuk menghasilkan setrum. Tak seperti Jiamin yang setuju dengan proyek itu, Gerry menolaknya. Katanya, semestinya pemerintah tak perlu membuat bendungan sebesar itu. Korban bukan tak ada. Selain pen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *