Sudah Periksa Kehamilan, Ma?

sat-jakarta.com – Pemeriksaan kehamilan yang rutin sangat penting untuk menjaga kandungan Mama tetap sehat. Masuk trimester 2, perut hamil Mama mulai terlihat. Umum nya, kondisi kehamilan di fase ini terasa lebih nyaman diban dingkan trimester 1. Rasa mual berkurang, selera makan yang tadinya sempat hilang kembali muncul, dan emosi Mama pun lebih stabil. Di fase ini pula, produksi hormon estrogen di tubuh Mama meningkat pesat.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Salah satu imbasnya, gairah seksual Mama menjadi lebih tinggi dari biasanya. Meski segalanya terasa begitu normal, Mama tetap harus menjaga dan memantau kondisi kehamilannya. Pasalnya, ada sejumlah kelainan yang umumnya ditemui di kehamilan trimester 2. Contoh kelainan yang dapat terjadi pada mamil adalah kencing manis, anemia, dan keputihan yang abnormal. Sementara pada janin yaitu, Down syndrome, hidrosefalus, serta pertumbuhan janin terhambat.

Perihal lainnya yang bisa juga jadi membahayakan kehamilan pada trimester 2 ialah perdarahan, keguguran, dan juga preeklamsia. Semua risiko tersebut dapat dihindari apabila Mama melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan kualitas pertumbuhan janin bisa optimal.

Pemeriksaan Rutin

Berlandaskan rekomendasi dari Departemen Kesehatan, pada trimester 2 ini (usia kehamilan antara 4-6 bulan atau 14-28 minggu), Mama perlu melakukan pemeriksaan kehamilan minimal satu kali. Bila kondisi kehamilan Mama sehat, pemeriksaan dapat dilakukan setiap sebulan sekali. Nah, apa saja pemeriksaan rutin yang akan dilakukan terhadap Mama di trimester 2? Ini dia!

• Pemeriksaan tekanan darah. Menghindari bahaya hipertensi selama kehamilan. Usia kehamilan 14-28 minggu. • Pemeriksaan berat badan Memantau berat badan Mama, dan lingkar lengan atas. yang akan mengalami peningkatan secara signifikan ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu. Hal ini penting untuk mencegah Mama menjadi overweight. Usia kehamilan 24-28 minggu. • Pemeriksaan untuk tinggi fundus (bagian atas rahim) memakai alat bantu meteran. Mengetahui apakah tinggi fundus sesuai dengan usia kehamilan berdasarkan kalender. Tinggi fundus ialah dihitung dari jarak antara bagian atas rahim ibu hamil sampai tulang kelamin. Usia kehamilan di atas 20 minggu. Setelah 20 minggu, tinggi fundus akan sama de ngan usia kehamilan. Misal, pada usia kehamilan 26 ming gu, maka tinggi fundus adalah 26 sentimeter.

• Pemeriksaan USG. Melihat keadaan janin yang ada di dalam rahim, seperti mengetahui keadaan denyut jantung serta profil biofisiknya, lokasi plasenta, dan kecukupan air ketuban. Usia kehamilan 18-22 minggu. • Pemeriksaan laboratorium darah dan urine. Mengetahui kadar darah dan gula darah. Pada mamil yang kekurangan darah (anemia), pertumbuhan janinnya dapat terhambat. Sementara kadar gula darah yang tidak normal dapat memicu masalah Dia betes Melitus Gestasional (DMG). Usia kehamilan 24-28 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *