Prostitusi Anak Terbongkar

DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI menangkap AR, 41 tahun, yang diduga sebagai muncikari pelacuran gay anak untuk pedofl, di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak Kilometer 75, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam pekan lalu. Keesokan harinya, polisi kembali menangkap satu muncikari dan seorang konsumen di Ciawi, Bogor. Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Agung Setya, AR menjalankan bisnis haram ini sejak setahun lalu. Ia menawarkan ”anak asuhnya” melalui jaringan sosial Facebook dengan harga Rp 1,2 juta untuk sekali kencan.

Tapi anak-anak dari keluarga tidak mampu ini hanya diberi jatah Rp 100-150 ribu. Tercatat sudah 99 orang anak menjadi korban. Tidak hanya mengeksploitasi anakanak lelaki, AR juga melampiaskan hasrat seksualnya kepada para korban. Polisi terus memburu jaringan lain di bisnis ini. ”Kami terus bekerja mengungkap jaringan lainnya,” kata Agung. Para korban kini mendapat penanganan dari Kementerian Sosial dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Sedangkan para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Perdagangan Orang, serta Perlindungan Anak.