PETINGGI LIPPODICEGAHKE LUAR NEGERI

K OMISI meminta kantor Imigrasi mencegah Eddy Sindoro, bos PT Paramount Enterprise yang juga komisaris di sejum lah anak usaha Lippo Group, bepergian ke luar nege Pemberantasan Korupsi pada Senin pekan lalu- – ri. Pencekalan Eddy berkaitan dengan kasus dugaan suap pengaturan perkara Lippo Group yang melibatkan Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap Doddy Aryanto Supeno. Doddy adalah anak buah Eddy Sindoro. ”Alasan pencekalan kalau dibutuhkan sewaktu-waktu yang bersangkutan tidak berada di luar negeri,” ujar Yuyuk Andriati Iskak, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK. Mantan Presiden Direktur Bank Lippo ini dicekal sampai enam bulan ke depan. Menurut seorang petugas KPK, jejak Eddy Sindoro dalam kasus ini terdeteksi setelah ia beberapa kali menggelar pertemuan dengan Edy, Doddy, dan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

Pertemuan di kantor Paramount Enterprises Limited di Gading Serpong, Tangerang, itu disebut-sebut untuk merancang ”pengamanan” perkara Grup Lippo. Penyidik sudah menggeledah kantor Paramount. Komisi juga sudah mencekal Nurhadi beberapa jam setelah menggeledah rumahnya di Hang Lekir V, Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu tiga pekan lalu. Saat penggeledahan, penyidik menyita duit Rp 1,7 miliar dan sejumlah dokumen. Eddy belum merespons permohonan wawancara Tempo. Sri Sulistiani dari Staf Komunikasi Korporat Paramount, yang ditemui Tempo di kantor Paramount dua pekan lalu, belum memberi kabar tentang jawaban bosnya terhadap surat permohonan wawancara. Direktur Lippo Group Danang Kemayan Jati meminta semua pihak menunggu hasil penanganan kasus di KPK dan tak berspekulasi tentang keterlibatan perusahaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *