Permainan Untuk Perkembangan Bicara Bag2

? Apa yang aku punya Permainan ini bertujuan agar anak dapat menceritakan tentang apa yang dimilikinya. Kita dapat menggunakan mainan sebagai objek yang ingin diceritakan. Cara Bermain: Berikan sebuah mainan kepada anak, sementara kita memegang sebuah mainan lain. Kemudian, secara bergantian dengan anak, ceritakan tentang mainan yang dimiliki.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Contoh: Mama : Aku punya bola. Anak : Aku punya mobil-mobilan. Mama : Bolaku warna oranye. Anak : Mobilku warna biru. Mama : Aku mau melempar bola. Anak : Aku mau mendorong mobil. Permainan ini dapat pula dilakukan di dalam lingkaran dengan melibatkan beberapa anak, seperti saudara atau kawan sebaya. Permainan ini juga dapat dikembangkan dengan menceritakan apa yang dimiliki dari dua sampai tiga hal yang ingin diceritakan secara langsung. Contoh: Mama : Aku punya bola. Bolaku warna oranye. Anak 1 : Aku punya mobil. Mobilku warna biru. Anak 2 : Aku punya kereta api. Kereta apiku juga warna biru. Anak 3 : Aku punya boneka beruang. Boneka beruangku warna cokelat.

? Berbisik pesan Permainan ini dapat dilakukan oleh tiga anak atau lebih. Cara Bermain: Buatlah sebuah pesan sederhana. Berikan pesan tersebut kepada anak pertama untuk disampaikan kepada anak kedua, lalu anak kedua menyampaikan pesan itu kepada anak ketiga, sampai pada anak yang terakhir. Anak yang terakhir akan mengatakan pesannya dengan suara lantang untuk memastikan pesan yang diterimanya itu benar atau salah. Jika pesan yang diterimanya itu salah, kita dapat dapat membetulkan dengan mengatakan pesan yang benar yang diterima anak pertama. Hal ini juga berarti, kita perlu menyesuaikan panjang atau pendeknya pesan yang diberikan dengan usia anak-anak yang bermain.

Rahasia anak berprestasi Kuncinya ternyata ada pada orangtua yang berdedikasi, demikian menurut penelitian dari Uni versity of Nebraska-Lincoln. “Anak mungkin da pat lahir dengan bakat tertentu, tetapi orangtualah yang pegang peranan dalam mengembangkan bakat tersebut,” kata psikolog Kenneth Kiewra yang memimpin penelitian ini. Orangtua memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kesuksesan anaknya, termasuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga bakat anak dapat ditemukan sejak dini. Tak heran jika banyak musisi terkenal yang mulai belajar musik sejak usia batita atau para penulis yang mulai menuliskan ceritanya dengan bantuan ibunya pada usia 4 tahun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/