Lobi Tambang Di Pulau Bangka Bag4

Wilayah pertambangan sempat bergeser tiga kali karena tumpangtindih dengan kawasan hutan lindung. Warga Kahuku sudah menolak kehadiran PT Mikgro sejak perusahaan melakukan eksplorasi. Anggota Koalisi Penyelamatan Pulau Bangka, Jull Takaliuang, menilai keberadaan tambang mengancam ekosistem laut. Koalisi ini mengamati terumbu karang di dekat pantai rusak karena tertimbun pasir dan batu kali yang digunakan PT Mikgro untuk membangun pelabuhan.

”Mereka memotong aliran sungai sehingga warga sulit memperoleh air,” kata Jull. Semula warga Pulau Bangka menggugat izin PT Mikgro ke Pengadilan Tata Usaha Negara Manado pada Januari 2011. Gugatan ditolak pengadilan tingkat pertama. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar memenangkan gugatan itu sekaligus membatalkan izin eksplorasi PT Mikgro.