Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas Bag2 bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – “BPBD bikin sendiri, busway bikin sistem sendiri, kebersihan, tata air, pariwisata, dinas taman dan pemakaman, mereka bikin sendiri-sendiri. PJU misalnya bikin smart PJU, jadi bisa monitor penerangan jalan,” tegasnya. Portal smartcity.jakarta.go.id menampilkan secara visual masalah yang dilaporkan warga dari aplikasi QLUE. Mulai dari sampah, fasilitas umum, banjir, pelanggaran lalu lintas, pertamanan, hingga kemacetan. Portal ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Smart City Jakarta. UPT ini berada dibawah Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan DKI Jakarta. Tugas UPT ini untuk mengintegrasikan dan visualisasi data yang didapat dari berbagai SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Visualisasi ini lantas ditampilkan di situs smartcity. jakarta.go.id dan smartcityjakarta.com.

Agar menarik, UPT Smart City Jakarta juga melakukan gamifikasi terhadap layanannya itu. “Kita bikin award juga bagi SKPD terbaik berdasarkan feedback masyarakat,” tuturnya. Data yang tersaji di situs tersebut merupakan hasil setoran data yang sudah divalidasi dari tiap SKPD. Tiap SKPD wajib mesti mengirimkan data itu ke Diskominfo dan Bappenas DKI Jakarta. UPT Smart Cituy lantas menggunakan data yang di Kominfo untuk ditampilkan di situs. Sementara data yang dilayangkan ke Bappenas ditampilkan di situs Open Data. Untuk merespon laporan warga, petugas dari instansi terkait juga dibekali dengan aplikasi CROP.

Misal, ada pelaporan dari QLUE mengenai kejadian kebakaran. Lewat CROP, SKPD Pemadam Kebakaran bisa langsung merespon dan mengirim mobil pemadam. “CROP memang salah satu tool bagi kami untuk memberikan solusi bagi warga. Tapi ini hanya untuk jangka pendek. Untuk solusi jangka panjang, kami perlu analisis. Sehingga kejadian tersebut tidak berulang. Kesuksesannya dinilai dari makin sedikitnya laporan yang masuk hingga akhirnya tidak ada laporan sama sekali,” terang Setiaji. Untuk solusi jangka panjang, maka perlu analisa data mulai dari data kepadatan pendudukan, instalasi listrik, dan hal lain yang bisa memicu resiko kebakaran. De ngan mengetahui data ini maka dapat diperhitungkan daerah potensi rawan bencana yang lebih terperinci dan solusinya. Untuk solusi jangka panjang seperti inilah, Pemda DKI berencana akan membangun command center sebagai pusat analisa data.

Sumber : https://teknorus.com/