Kok Kamu Usil Sih, Dek?

Keusilan batita mengindikasikan bahwa kemampuan motorik halus dan kasarnya sedang berkembang baik. Bahkan tingkat kecerdasan anak batita yang usil biasanya di atas rata-rata. Hal-hal seperti berikut ini bisa saja familiar buat Mama papa : si adik secara tiba tiba merebut barang milik kakaknya kemudian terlihat sangat suka ketika si kakak marah atau menangis.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kadang kala, si kakak yang sedang asyik bermain balok-balok susun diganggu si adik dengan merobohkan menaranya, kemudian si adik terlihat tertawa menikmatinya. Atau ia terkadang mengambil beberapa makanan yang berada di piring kakaknya. Semua ia lakukan dan sambil mencermati ekspresi dari si kakak yang selalu berubah. Ia pun terlihat sangat senang sekali dengan perubahan ekspresi si kakak.

Batita sudah bisa usil, ya? Walaupun seringkali menimbulkan pertengkaran kakak-adik yang sanagt heboh, sebenarnya Mama Papa tidak perlu merasa cemas. Menurut Endang Fourianalistyawati, MPsi, psikolog dan dosen dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta, keusilan batita merupakan hal yang wajar. “Usia batita merupakan tahap perkembangan emas atau golden age dimana anak sering mencoba banyak hal untuk memenuhi rasa ingin tahunya, yang biasanya semakin meningkat seiring semakin bertambahnya usia,” ujarnya.

USIL = KREATIF?

Di satu sisi, menurut Endang, keusilan adalah sebuah indikasi kreativitas anak untuk merespons hal baru yang terlihat di depan matanya. Keusilan ini dapat membantu mengembangkan kemampuannya untuk berbagai banyak hal. Misal, meningkatkan kemampuan untuk problem solving karena anak bisa melihat sisi lain dari suatu kondisi kemudian menciptakan hal-hal kreatif untuk memenuhi keinginannya.

Keusilan batita juga bisa untuk mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasarnya sudah berkembang dengan baik, dengan demikian anak senang mempraktikkan keahlian-keahlian barunya. Tingkat kecerdasan pada anak yang usil ini pun biasanya di atas ratarata. Pada batita yang kemampuan humornya cukup baik, ia juga senang untuk melakukan keusilan yang dapat membuat lingkungan sekitarnya tertawa. “namun kadangkal, anak bisa usil karena hanya iseng semata,” tutur Endang. Di sisi lain, keusilan bisa menjadi salah satu diantara banyak indikasi anak yang hiperaktif.

Sumber : pascal-edu.com