Kita Perlu Kebijakan Persapian Nasional

“Kita mempunyai banyak kebijakan dalam persapian nasional tapi tidak kelihatan suatu kebijakan yang utuh. Hal inilah yang membuat kekacauan dan gonjang-ganjing pada usaha bisnis sapi potong dalam negeri yang terjadi berulang-ulang setiap tahun,” ung kap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M. Ec., Men – teri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Saya pun heran mengapa kita terlalu pusing me ngenai melonjaknya harga daging sapi ini. Sebe rapa strategiskah sapi ini dalam sistem ketahanan pangan dan pemenuhan protein hewani masya rakat kita? Sampaisampai Kepala Negara terpaksa ikut mengurusnya secara detail. Barangkali ini keputusan politis yang kita tidak tahu bagaimana prosesnya. Sebe narnya daging sapi bukan komodi tas

strategis tapi herannya diperlakukan seperti komoditas strategis karena bukan untuk kepen ting an ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Namun jika sudah diputuskan sebagai komoditas strategis. maka perlu penyelesai an secara komprehensif dan konsisten satu sama lain. Bagaimana penyelesaian secara komprehensif dan konsisten? Kita mempunyai banyak kebijakan dalam persapian nasional tapi tidak kelihatan suatu kebijakan yang utuh. Contohnya, kita punya kebijakan tentang program inseminasi buatan, embrio transfer, integrasi sa pi dan sawit, pengembangan penggemukan sapi, kuota importasi, pengangkutan sapi, kebijakan harga, dan lainnya. Banyaknya kebijakan dan program yang

berserakan dan sering tidak konsisten satu sama lain menjadi sumber kekacauan secara berulang-ulang dari produksi, distribusi, dan harga sapi di dalam negeri. Kebijakan yang begitu banyak dan bersifat ad hoc tapi tidak terkoordinasi untuk suatu tujuan yang dimengerti oleh setiap stakeholder. Kebijakan-kebijakan tersebut tidak melihat visi jangka menengah dan panjang. Semuanya berpikir jangka pendek dan dalam lingkup mikro. Kebanyakan kebijakan dan program itu tidak melihat persapian sebagai ben tuk usa ha atau bisnis, hanya dilihat sebagai way of life atau tradisi yang merupakan kegiatan mencari

keuntungan sesaat ditambah lagi janji-janji politik pemerintah lima tahunan bahwa kita akan swasembada sapi. Sudah masanya hiruk-pikuk mengenai persapian nasional tidak berulang terus menerus. Pemerintah se – baiknya segera membuat kebijakan dan program nasional pengembangan sistem dan usaha agribisnis berbasis sapi. Kebijakan dan program itu harus di leng kapi dengan organisasi yang dilaksanakan oleh pe merintah pusat dan daerah, dunia usaha, dan para peternak sapi. Dan perlu dipikirkan juga pembiayaannya yang cukup dan teratur yang bersumber dari dana pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, dan para

peternak. Bagaimana pelaksanaannya? Para stakeholder dan kebijakan harus diorkestra secara baik. Misalnya, kebijakan peningkatan produksi dalam negeri dan kebijakan importasi sapi harus dipastikan sedemikian rupa, walaupun tidak perlu dipaksakan secara buru-buru, agar upaya pe ningkatan produksi dalam negeri secara lambat laun dapat mengurangi importasi. Untuk keperluan ini perlu dipi – kirkan bagaimana transformasi sistem usaha peternakan tradisional menjadi sistem usaha peternakan rakyat modern yang terintegrasi baik dengan usahausaha di hilirnya. Pemerintah perlu memfasilitasi timbulnya

integrator-integrator bisnis sapi seperti yang telah dialami agribisnis berbasis sawit dan agribisnis berbasis ayam. Dengan cara seperti ini kita harapkan akan timbul teknologi dan bisnis pembibitan modern serta teknologi dan bisnis lainnya di bidang produksi, distribusi, dan retailer. Semua hal-hal tadi harus diorkestra secara konsisten dan bervisi jangka panjang. Dan perlu diingat juga bahwa sapi adalah bisnis. Oleh karena itu, mekanisme

pasar harus dihargai. Hanya dengan cara seperti itu gonjang-ganjing persapian lokal dan nasional yang terjadi selama ini berulang-ulang secara lambat laun akan menjadi bisnis normal sehingga pejabat tertinggi negara tidak perlu lagi melakukan intervensi atau instruksi mikro. Kasihan presiden.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *