Jurus Pas untuk Usir Panas

Sirkulasi yang baik, penggunaan material yang tepat, dan pengelolaan bidang ruang yang juga cermat, menjadi trik jitu membuat rumah terasa sejuk dan nyaman. Rumah mungil Anda pun terbebas dari panas yang bikin gerah.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Sudah sempit, bikin gerah. Ya, masalah rumah sempit tidak hanya melulu seputar pengelolaan tata interior ruang, perkara panas dan pengap adalah masalah lain yang seringkali menghinggapi rumah-rumah mungil. Terlebih lagi rumah berada di kawasan yang beriklim tropis lembap seperti Indonesia ini, masalah cuaca panas bukanlah hal baru. Penggunaan AC dan merenovasi rumah secara besar-besaran pun dianggap menjadi solusi yang pas untuk membuat rumah terasa sejuk. Padahal, penggunaan AC malah membuat bengkak biaya listrik di rumah.

Merenovasi rumah dalam skala besar hanya akan menguras kocek Anda lebih dalam. Sebenarnya, tanpa hal-hal tersebut kesan sejuk dalam ruangan dapat tercipta. Bagaimana caranya? Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis mengatakan kesalahan desain dalam membangun rumah mungil terletak pada persoalan sirkulasi udara. Pada umumnya, suhu ruangan ideal di dalam rumah berkisar pada 26°-28°C.

Jadi, bila suhu di luar ruangan (area luar rumah) jauh lebih panas, yang perlu Anda lakukan adalah mengondisikan suhu dalam ruang tetap pada suhu ideal tersebut. Menurut Ren, itu bukanlah perkara sulit, menciptakan rumah sejuk dan nyaman, caranya dengan memperhatikan beberapa tip berikut. Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda lakukan untuk menciptakan kesan sejuk dan adem, seperti pemilihan warna, material, menambahkan secondary skin, dan membuat wind cathcer (cerobong angin).

1. Berdasarkan sifatnya, udara akan mengalir dari tempat bersuhu dingin ke tempat bersuhu panas. 2. Media tangga akan membantu pergerakan udara menuju ke atap rumah. 3. Adanya wind catcher (penangkap angin) di bagian atap rumah akan membantu mengeluarkan udara panas di dalam rumah dan menggantinya dengan udara baru dari luar.

Kelola Kembali Letak Ruang

Tetap perhatikan orientasi arah mata angin. Sisi rumah yang menghadap barat pasti akan terpapar sinar matahari lebih banyak ketimbang sisi rumah bagian timur atau selatan. Tidak heran bila ruang di sisi barat ini akan terasa lebih panas dibanding ruang-ruang lainnya. Ketika pagi hari, sisi timur rumah akan mendapatkan cahaya matahari lebih banyak dibanding ruang lainnya, tapi saat memasuki jam 12 ke atas, paparan sinar matahari akan menyinari rumah sisi barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *