Jiwa Muda, Kreasi Nyata

Inovator muda pun bermunculan dalam pergelaran puncak IWIC 8. Siapa saja yang berhasil menjadi pemenang? Setelah melewati panjangnya perjalanan Roadshow IWIC8, akhirnya terkumpul 21 finalis dari berbagai kota di Indonesia. bertajuk Innovation Bootcamp IWIC 8, Indosat menga Dimulai pada Senin 17 November dalam acara yangwali acara keakraban dengan para finalis. Stasiun Bumi di Jatiluhur, Purwakarta pun dipilih sebagai lokasi acara tersebut. Hari kedua, Selasa, 18 November 2014, bertempat di Indosat Tower lantai 15, Indosat melanjutkan IWIC Roadshow mereka yang ke-8.

Baca juga : harga iphone

Acara dibuka oleh Grup Head Corporate Communication Indosat, Fuad Fachroeddin kemudian dilanjutkan oleh Andi Zain dan Novistiar Rustandi dari Founder Institute yang menjelaskan cara menjadi seorang developer yang hebat. “Focus your execution on your customers not on your competitors” merupakan salah satu kalimat yang dilontarkan Andy Zain yang dapat dipetik oleh para finalis muda untuk menjadikan produk mereka lebih bermutu. Dengan tema “You are Here to Start a Bussiness”, Novistiar Rustandi memberikan bekal ilmu untuk para finalis IWIC 8.

Lebih mengupas tentang aspek dunia bisnis, salah satu pembicara dari Founder Institute ini mengajak para finalis menuju gerbang sebenarnya dari dunia bisnis. Sanny Gaddafi, direktur Founder Institute menjadi motivator terakhir untuk para finalis IWIC 8. Sebagai ahli software, Sanny Gaddafi menjelaskan banyak hal tentang dunia software dan aplikasi mobile berikut tips dan trik yang juga dia bagikan kepada para finalis. Tidak sedikit dari para finalis yang bertanya dengan rasa antusias tinggi tentang segala hal yang dijelaskannya.

Pria yang akrab disapa SaGad ini juga mengatakan bahwa ke- 21 finalis IWIC ke-8 ini memiliki beragam ide dan aplikasi menarik yang layak untuk direalisasikan lebih jauh. Selain itu, semua ide yang mereka tuangkan sangat cocok diimplementasikan untuk kebutuhan pengguna di Indonesia. “Tak hanya sekadar menarik, ke-21 orang yang sudah terpilih masuk ke babak final IWIC ke-8 juga mampu membaca keinginan pasar Tanah Air. Seluruh ide dan karya mereka sangat cocok dimanfaatkan oleh para pengguna di Indonesia. Hal ini sangatlah penting dan bisa menjadi alternatif solusi untuk memecahkan beberapa persoalan yang banyak kita hadapi.

Selain itu, kemampuan dan daya analisa mereka juga membuat IWIC ke-8 sangat berbeda dengan gelaran-gelaran IWIC sebelumnya,” ujar Sanny. Tidak salah jika Sanny mengatakan hal tersebut. pun mencari tahu dengan bertanya langsung kepada para finalis tentang inovasi mereka. Naskan, demikian nama salah satu finalis asal Magelang yang sempat temui. Inovasinya masuk dalam kategori SPECIAL-Ideas for Disable. Naskan menawarkan ide Smart Blind. Apa sebenarnya Smart Blind? Smart Blind merupakan solusi bagi para penyandang tunanetra yang kesulitan untuk berjalan dan mencari arah, apalagi ketika berada di tengah keramaian.

Tergerak untuk memberikan sesuatu kepada penderita tunanetra, Naskan memperkenalkan aplikasi agar para penyandang tunanetra bisa dengan mudah dan selamat sampai ketujuan. Cukup menarik. Di samping inovatif, ide yang satu ini juga memiliki rasa sosial yang tinggi terhadap masyarakat dengan kebutuhan khusus, dalam hal ini tunanetra. Tak hanya Naskan yang memiliki ide menarik, peserta lainnya Azisya Amalia Karimasari juga memiliki ide yang tak kalah menarik dengan Naskan. Perempuan muda asal Kediri ini masuk dalam kategori IDEA-Utility.

Dia memiliki ide menciptakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk rehabilitasi pasca stroke dengan nama WI Myoton. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah 6 bulan melakukan beragam kegiatan sosialisasi dan pra kompetisi (Hackathon), gelaran Indosat Wireless Innovation Contest ke-8 mencapai puncaknya. Pada 19 November malam, kompetisi yang menitikberatkan pada pengembangan kewirausahaan teknologi Indonesia ini mengumumkan para juaranya. Sebelumnya, 7 orang anggota dewan juri yang terdiri dari unsur Indosat, pelaku industri aplikasi mobile dan media menyaring 21 finalis yang berasal dari 1.738 proposal ide yang masuk. Ke 21 finalis tadi dibagi dalam 4 kategori IWIC yang mencakup gaya hidup (Lifestyle, Communication, Education), multimedia games, utilitas (tools & security), serta kategori khusus untuk penyandang cacat (difabel).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *