Hamil Sehat Di Usia 35 Ke Atas

Dengan persiapan yang sangat matang, risiko bisa diminimalisir dan Mama tetap dapat menjalani kehamilan sehat. Kehamilan di usia matang alias 35 tahun ke atas memang memiliki beberapa risiko, terutama pada kehamilan pertama, meski tak menutup kemungkinan risiko terjadi pula pada kehamilan kedua.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Sangat penting mengetahui apa saja risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan di usia matang agar kita bisa lebih berhatihati dan menjaga gaya hidup demi keselamatan diri sendiri dan janin (lihat boks). Namun, jangan terlalu khawatir, Ma. Aneka risiko tersebut bukanlah angka mati. Maksudnya, tidak semua mamil usia 35 ke atas akan mengalami kehamilan bermasalah. Banyak juga, lo, mamil di usia matang yang sehat-sehat saja dan tetap bisa menjalani kehamilan yang normal serta melahirkan bayi yang juga sehat.

INI RAHASIANYA, MA! Yang penting, Mama menuruti nasihat dokter dan melakukan saran-saran di bawah ini: ? Lakukan tes prenatal. Tes prenatal membantu menentukan risiko bayi lahir cacat. Tanyakan kepada dokter tentang tes ini sehingga Mama dapat mempelajari risiko dan manfaatnya, serta memutuskan yang tepat untuk Mama dan janin.

? Konsumsi asam folat. Semua mama harus mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat per hari sebelum dan selama trimester awal kehamilan. Konsumsi asam folat membantu mencegah cacat lahir yang terkait otak dan sumsum tulang belakang. Asam folat sangat penting untuk mamil di usia matang karena berisiko lebih tinggi memiliki bayi dengan cacat lahir. Beberapa mama mem butuhkan lebih dari 400 mikrogram asam folat, tapi jangan mengonsumsinya lebih dari 1.000 mikrogram (satu miligram) tanpa pertimbangan dokter.

? Menjaga asupan pola makan sehat dan seimbang. Selama kehamilan, Mama perlu memperbanyak buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Kita pun harus makan setidaknya empat porsi makanan kaya kalsium setiap hari untuk menjaga kekuatan tulang dan membantu pembentukan tulang janin.

? Jaga penambahan berat badan sesuai yang disarankan dokter. Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, idealnya BB bertambah sebanyak 10-15 kg. Jika sebelum hamil, tubuh kita sudah gemuk, biasanya dokter menyarankan penambahan BB sekitar 7-11 kg. Memiliki IMT yang sesuai dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dan gangguan tumbuh kembang janin. Risiko mamil terhadap diabetes dan darah tinggi juga ikut berkurang.

? Berolahraga secara teratur. Olahraga teratur akan membantu kita menjaga BB yang sehat dan menambah kekuatan otot-otot supaya lebih kuat saat melahirkan nanti, selain juga dapat me ngurangi kadar stres. Pastikan program latihan yang Mama lakukan mendapat persetujuan dokter, supaya terhindar dari risiko yang tak diinginkan.