Di mana saja mereka ditempatkan?

Kantong tindak pidana perdagangan orang terbesar di Suriah berada di Provinsi Damaskus, Aleppo, Latakia, dan Homs. Apakah para korban tidak mengetahui akan ditempatkan di wilayah konflik? Tidak. Modus para sindikat adalah penipuan dan pemanfaatan posisi rentan. Biasanya korban hanya diiming-imingi dikirim ke negara Teluk. Padahal negara Teluk pun telah ditutup dari daftar negara tujuan TKI sejak Agustus 2015.

Apa kendala para korban sehingga sulit tersentuh bantuan? Mereka tidak memiliki akses komunikasi dan informasi yang cukup. Tidak boleh pegang telepon seluler di rumah majikan dan sebagainya. Terdapat juga asimetri persepsi antara pemerintah Indonesia dan Suriah perihal TPPO (tindak pidana perdagangan orang). Suriah tidak mengakui mereka sebagai korban perdagangan manusia. Suriah juga tidak mengakui keputusan Indonesia menghentikan pengiriman TKI ke Timur Tengah.