LG G2 Mini Tubuh Mungil Kinerja Nyentil Bagian 4

Audio

LG mengemas antarmuka pemutar musik G2 mini menjadi lebih menarik dari bentuk muka standar bawaan Android. Nyaman dilihat dan dapat diubah-ubah. Tampilan animasi mengusir rasa bosan meski pengkategorian fle musik serupa dengan pemutar musik milik Android kebanyakan.

Dengan koneksi DLNA, Kita dapat menghubungkan ponsel ke perangkat lainnya. Akses langsung ke YouTube pun disediakan. Muntahan suara dari dua speaker miliknya jernih dan tidak pecah, walau disetel pada volume tinggi. Fitur Plug & Pop akan merekomendasikan aplikasi atau fitur yang dapat diakses setiap kali ponsel dicolokan jack audio atau kabel. Setelah tertancap akan muncul bar kecil tepat di atas layar. Di sanalah terdapat fasilitas untuk mengedit fitur dan aplikasi yang diinginkan.

LG G2 Mini Tubuh Mungil Kinerja Nyentil Bagian 3

Kamera

LG menambahkan fitur multipoint autofocus agar hasil gambar tidak blur. Lalu pada kamera depan disematkan fitur Flash for Selfe. Kerja fitur ini meningkatkan ukuran sensor dan mengurangi bukaan cahaya, membuat hasil tangkapan gambar lebih terang dan cerah. Kualitas gambar selfe menjanjikan hasil yang apik. Ditambah lagi, elemen fitur Beauty shot yang mampu mempercantik wajah menjadi bersih dan cerah.

Sementara pada kamera utama, terdapat moda pengambilan gambar yang lebih lengkap, mulai dari HDR, Panorama, Continous shot, Beauty shot, Time catch shot dan sport. Hasil kamera 8 MP dengan rasio 4:3, memberikan hasil tajam, terang dan jelas. Dalam ruangan, menggunakan penerangan lampu neon pada pengaturan kamera default, menghasilkan gambar cerah dan tajam tanpa warna kebiruan. Pada kondisi minim cahaya pun kamera 8 MP masih sanggup menantang kelam.

LG G2 Mini Tubuh Mungil Kinerja Nyentil Bagian 2

Layar

Layar LCD IPS memberikan sudut pandang yang luas pada aspek visual. Sayang, resolusinya cuma 960 x 540 pixels. Dijajal pemakaian di bawah terik mentari, keterbacaan teks kurang jelas akibat silau. Layar G2 Mini mengenali 8 titik sentuh dan memberikan respon cepat ketika disapu ke kanan-kiri, maupun dicubit. Daya tahan layar terhadap benda tumpul pun teruji, terbukti tidak ada luka waktu kunci motor digoreskan pada layar.

Baca juga : WA WEB

Konektivitas

Teknologi inframerah kembali dipopulerkan LG pada jajaran produk miliknya, termasuk di LG G2 Mini. Fungsinya sebagai remote kontrol pada TV, DVD dan Blu-ray dari berbagai merek produsen electronik terkemuka pun bisa digantikan, semisal LG, Samsung, Sony, Philips, dan lainnya. Berbagi konten video, musik, gambar dan dokumen, Anda dapat menggunakan fitur SmartShare Beam selain Bluetooth. Syaratnya, hanya ke sesama ponsel atau tablet LG yang juga memiliki fitur serupa.

Kinerja

Adanya fitur pengoperasin ponsel dengan satu tangan (One Handed operation) terdengar aneh, mengingat layar LG G2 Mini hanya 4.7 inch. LG hanya membatasinya hanya pada keyboard, dialer dan lockscreen. G2 juga mendukung fitur gesture, semisal untuk membuat diam (silent) panggilan masuk, mematikan alarm dan mem-pause video cukup dengan membalikkan posisi ponsel.

Sementara itu, perangkat keras yang dimiliki oleh LG G2 Mini, ternyata serupa dengan LG L90. Menggunakan chipset Qualcomm MSM8226 Snapdragon 400,empat otak dengan clock speed 1.2 GHz. Kinerja G2 mini memanfaatkan RAM 1 GB dan ruang memori internal sebesar 8 GB.

Grafs menggunakan chipset Adreno Teknologi inframerah menyulap ponsel jadi remote control untuk TV, DVD dan Blu-Ray Stereo speaker dan port microUSB 305, yang kinerjanya juga terbilang spartan kala diuji memainkan game 3D. Menggunakan software uji NenaMark 2, hasilnya mengesankan, berada pada urutan teratas. Begitu pun pada software uji Quadrant, mampu mengungguli HTC One X. Berikut hasil lengkapnya.

Performa yang baik juga ditunjang oleh baterai berkapasitas 2440 mAh. Tahan selama tiga hari lebih pada posisi siaga dan ketika dijalankan secara aktif untuk kegiatan browsing, main game, media sosial, tahan selama satu hari. Daya tahan ini akan berbeda bagi tiap orang ketika menggunakannya tergantung dengan aktivitas yang dijalani.

LG G2 Mini Tubuh Mungil Kinerja Nyentil

teknorus.com – LG G2 Mini diibaratkan cabe rawit, kecil tapi “nyentil” pedasnya. Smartphone ini pun semakin istimewa karena menjadi versi kompak pertama di generasi seri G. Kehadirannya bersama LG G Pro 2 diharapkan sang empunya menjadi ujung tombak penjualan di segmen kelas menengah. Mampukah bersaing?

Baca juga : Gambar Keren

Desain

Rear key pada punggung LG G2 terdiri dari tombol power dan audio. Keduanya punya fungsi lain selain kegunaan dasarnya. Menekan tombol volume (+) agak lama akan memunculkan aplikasi Quick Memo; aplikasi untuk menuliskan catatan kecil. Sedangkan menekan tombol volume (-) beberapa saat, akan mengaktifkan kamera utama.

Pada bagian muka, G2 memiliki layar berukuran 4,7 inch, earpiece, kamera 1.3 MP dan sensor jarak. Sementara di detil tubuh, terdapat 1 colokan jack audio di tepi atas bersama teknologi inframerah. Lalu, port charger berada pada tepi bawah, tepat di tengah-tengah speaker stereo. Rongga itu pun dapat dicolokkan kabel USB On the Go dan kabel TV out.

Antarmuka

Bicara mengenai antarmuka, LG G2 Mini menggunakan antarmuka LG UI yang berjalan di Android v4.2.2 KitKat. Perubahan dari antarmuka standar Android terasa luar dalam, mulai dari tema, ikon, setting, dan berbagai efek. Mengunci layar utama, cukup lakukan double tap pada layar (fitur Knock On). Atau gunakan fitur Knock Code yang merupakan pengembangan dari fitur Knock On.

Ada 8000 kombinasi ketukan yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan ponsel. Kalau lupa, tinggal masukan PIN yang sudah dibuat pada saat mengaktifkan fitur Knock code. Jika ponsel Anda sering dimainkan oleh anak, adik, ponakan, sebaiknya segera aktifkan fitur Guest Mode. Jadi, mereka hanya akan mengoperasikan aplikasi yang sebelumnya sudah Anda tentukan.

Pembatasan ini muncul sebagai homescreen sekunder. Jadi mereka tidak sampai masuk ke homescreen utama. Kedua homescreen diberikan kode tertentu untuk mengaksesnya. LG juga menyematkan fitur layar pintar yang dipelopori oleh Samsung. Fitur Smart Screen, akan tetap menyalakan layar selama ponsel mendeteksi wajah Anda. Kedua ialah fitur Smart Video, ponsel akan mem-pause video yang sedang ditonton ketika wajah tidak terdeteksi oleh ponsel.

Samsung Galaxy Beam 2 Masih Andalkan Proyektor

Samsung Galaxy Beam 2 telah resmi diluncurkan di pasar Tiongkok. Dengan spesi­ kasi lebih tinggi dari adiknya, smartphone ini berlayar WVGA 4.66 inch 800×480 pixels, diotaki prosesor Quad-core 1.2 GHz plus memori RAM 1 GB. Fitur unggulan Galaxy Beam 2 ini masih dipertahankan, berupa proyektor pico built-in beresolusi WVGA, yang bisa memroteksikan foto dan video ke bidang datar.

Ponsel ini berbekal OS Android 4.2.2 Jelly Bean. Kameranya tergolong kelas atas, yaitu 8MP plus ‑ ash. Adapun konektivitas hadir lengkap seperti WiFi, Bluetooth 4.0 dan GPS/GLONASS. Berukuran 134,5 x 70 x 11,7 mm dan berat sekitar 166 gram, Galaxy Beam 2 ini punya slot microSD untuk menyimpan dokumen presentasi. Samsung Galaxy Beam 2 akan tersedia di operator China Mobile. Namun belum diketahui apakah Samsung akan meluncurkannya secara global.

Philips W6618 Baterainya Tahan 2 Bulan

Masalah baterai yang sering dikeluhkan pengguna Android, sepertinya bisa diatasi oleh smartphone terbaru ini, Philips W6618. Smartphone yang baru mendarat di Tiongkok ini punya keunggulan pada baterai. Berkapasitas besar, 5.300 mAh (non removable). Berkapasitas dua kali lipat, baterai W6618 juga memiliki ukuran yang besar. Wajar jika ponsel ini terlihat agak tebal, yaitu 11,6 mm. Namun jangan sangsikan ketahanannya, karena ponsel ini diklaim dengan waktu siaga lebih dari dua bulan (1604 jam) dan waktu bicara hingga 33 jam.

Baca juga : Net89

Philips W6618 ini berlayar 5 inch, dengan resolusi 540 x 960 pixels. Resolusi layar yang rendah ini tampaknya menjadi salah satu cara untuk menghemat daya baterai. Adapun memori internal 4 GB yang dapat diperluas melalui microSD. Smartphone dengan sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean ini mengusung slot Dual-SIM. Hingga saat ini, Philips W6618 hanya tersedia di Tiongkok seharga US$ 273 (sekitar Rp3 juta). Philips belum mengungkapkan rencana kehadirannya untuk pasar negara lain.

Vivo Xshot Rekor Tertinggi AnTuTu

Salah satu vendor ponsel Tiongkok baru saja merilis smartphone Android terbaru dengan kinerja tertinggi. Smartphone bernama Vivo XShot ini diotaki prosesor Qualcomm Snapdragon 801 MSM8974AC Quad-core Krait 400 2,5 GHz, plus memori RAM 3GB dan pengolah gra­ s Adreno 330. Yang mengejutkan, Vivo Xshot ini pertama kali mampu menembus skor 40.000 di aplikasi benchmark AnTuTu. Skor tersebut melampaui deretan smartphone kelas atas dari vendor global.

Vivo Xshot ini dibekali layar 5 inch beresolusi Full HD 1920 x 1080 pixels. Teknologi layarnya berupa panel IPS (In Plane Switching), dipadukan OGS (One Glass Solution). Resolusi kamera utamanya juga mengejutkan, yaitu 24MP autofocus dengan sensor Sony Exmor RS, aperture f/1.8, dual LED flash, hingga OIS (Optical Image Stabilization).

Fitur kamera begitu menjanjikan, bahkan untuk memotret objek kurang cahaya sekalipun. Adapun kamera depannya beresolusi 7,68MP, dan tampaknya mampu menghasilkan foto sel­ e berkualitas tinggi. Sayangnya Vivo XShot belum diperkenalkan secara resmi. Kita tunggu saja kehadirannya, semoga segera masuk ke Indonesia seperti smartphone asal Tiongkok lainnya, Xiaomi.