Rumah Beratap Beton

Mohon saran dan bantuan terkait rencana saya ingin membangun rumah tipe 36 di atas tanah seluas 81m2 menjadi 2 lantai atau lebih. Adapun ukuran tanahnya yaitu 9m x 9m menghadap selatan. Di depan tanah tersebut (sisi selatan) adalah jalan umum selebar 3m. Sedangkan di belakang tanah tersebut (sisi utara) adalah rumah tetangga yang bertingkat 2. Ruangan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut. – Carport untuk 2 mobil – Ruang tidur 4 buah – Ruang pembantu – WC dan kamar mandi – Jemuran dan area cuci – Ruang tamu – Ruang makan – Dapur – Taman (memanjang atau melebar)

Baca juga : Harga Genset Yanmar

Saya berencana untuk membangun dengan konsep rumah tumbuh. Selain itu saya ingin rumah tidak menggunakan atap genting atau sejenisnya, namun lebih menyerupai atap sekaligus lantai (model ruko). Harapan saya, di lantai paling atas, bisa digunakan sebagai tempat bersantai/berolah raga/ramah tamah sambil memandang sekeliling. Saya berencana menggunakan keramik beton sebagai pengganti cor-coran beton untuk setiap lantainya. Bata hanya digunakan untuk dinding luar, sedangkan setiap bentuk bangunan di dalam (sekat-sekat ruang interior) akan memakai gipsum. Dengan demikian saya berharap bisa efsiensi biaya. Bagaimana menurut Pak Wijoyo? Terima kasih atas bantuannya.

Di sini saya meletakkan area servis berada di bagian depan rumah, dengan pertimbangan bahwa ruang pembantu akan terpisah dengan ruang utama. Di samping itu, dapat memudahkan pembantu ketika harus membukakan pintu pagar apabila Anda pulang. Namun tidak menutup kemungkinan untuk meletakkan area servis ini di lantai 3, apabila Anda memiliki konsep pembantu adalah bagian dari keluarga juga. Caranya adalah dengan menjadikan area cuci sebagai kamar mandi, dan sebagian area jemur dibuat sebagai ruang tidur pembantu.

Dengan demikian nantinya atap beton seluruhnya dapat menjadi sebuah taman atap atau roof garden yang dapat menjadi tempat rekreasi keluarga Anda. Di lantai dasar rumah Anda, Anda akan memiliki sebuah ruang keluarga terbuka, sekaligus sebagai ruang makan. Ada keterbatasan ruang karena sebagian dari tanah kaveling Anda telah terpakai sebagai carport untuk 2 mobil. Mengingat jalan di depan rumah Anda hanya selebar 3m, ada kemungkinan carport Anda harus lebih lebar dari 6m untuk keperluan manuver kendaraan.

Di lantai 2 rumah akan ada ruang tidur utama berikut kamar mandinya dan satu ruang tidur, sedangkan di lantai 3 akan ada dua ruang tidur dan ruang terbuka untuk area servis. Lantai atap beton, – di atas ruang-ruang tidur, – dapat Anda jadikan sebagai taman atap. Perlu diingat, apabila Anda akan membuat atap beton ini menjadi sebuah taman atau tempat rekreasi keluarga, Anda harus membuat atap dengan konstruksi khusus dan kedap air, karena atap ini akan menerima panas dan hujan, dengan perubahan suhu yang sangat ekstrem.

Rumah Beratap Beton bagian 2

Untuk proses pembangunan, Anda menginginkan sebuah rumah tumbuh. Jika rumah tumbuh yang Anda maksudkan adalah rumah yang dibangun secara bertahap, maka Anda dapat membangun rumah ini lantai per-lantai. Artinya pada saat Anda membangun dan menjadikan lantai di atasnya sebagai atap, Anda tetap harus membuat lantai sebagai lantai atap yang kedap air. Dengan demikian, apapun jenis konstruksi lantai yang Anda pakai harus dibuat dan diperlakukan sebagai lantai kedap air. Alternatif lain selain menggunakan keramik beton, Anda juga bisa menggunakan panel lantai beton ringan, yang mirip dengan bata beton ringan untuk dinding.

Sedangkan pemakaian dinding menggunakan panel gipsum dapat saja Anda lakukan, namun untuk dinding kamar mandi, saya menyarankan tetap menggunakan dinding bata. Meskipun Anda menggunakan panel dinding gipsum kedap air atau panel dinding GRC (Glass Reinforced Cement), namun ketahanannya dalam menahan keramik dinding dan kelembapan ruang kamar mandi tidak sebaik Anda menggunakan dinding bata. Semoga jawaban yang saya berikan dapat menjadi inspirasi bagi Anda. Salam.

Jurus Pas untuk Usir Panas Bagian 2

Sisi ruang yang menghadap timur pun perlahan menjadi sejuk karena berada di daerah bayangan matahari, sedangkan sisi bagian barat akan terasa panas di malam hari sehingga ketika pulang beraktivitas, bukan kesan nyaman dan sejuk yang dirasakan, namun justru rasa panas yang bikin gerah. Masalah ini bisa dihindari bila kita bisa mengelola ulang tata ruang. Bila dimungkinkan, hindari meletakkan ruang yang kerap didiami pada malam hari di sisi barat rumah.

Baca juga : Jual Genset Makassar

Misalnya ruang tidur sebaiknya diletakkan di sisi timur karena lebih banyak digunakan di malam hari, dan ruang bermain anak yang sering digunakan di pagi hari dan gudang di bagian barat rumah. Pengelolaan ulang ruang ini dapat mengurangi rasa panas yang masuk menembus dinding rumah. Ingat cara ini bisa dilakukan bila memungkinkan, bila tidak bisa gunakan tip selanjutnya.

Biarkan Rumah Bernapas

Yang perlu dilakukan adalah membiarkan rumah tetap “bernapas”. Layaknya manusia, rumah juga butuh bernapas. Ia perlu mengeluarkan udara panas yang ada di dalam ruangan ke area luar, kemudian mengganti udara tersebut dengan udara baru. Sistem ini layaknya manusia ketika bernapas. Berdasarkan sifatnya, udara akan bergerak dari tempat yang lebih dingin menuju tempat yang lebih panas.

Artinya, ketika udara memasuki rumah melalui pintu atau jendela, maka ia akan mencari tempat yang bersuhu panas, yakni plafon. Ketika udara panas ini berkumpul di area plafon maka ia membutuhkan media untuk keluar ruangan. Oleh sebab itu, sebaiknya memberikan lubang udara di area atap menjadi solusi aktif untuk membuang udara tersebut. “Sebenarnya kita hanya mengandalkan sifat udara saja sudah bisa menciptakan kesan sejuk. Buatlah celah atau lubang di area atap Anda agar udara yang mengumpul di langit-langit dapat keluar dengan leluasa,” tutur Ren menjelaskan.

Kurangi Barang Elektronik Berlebih

Menurut Ariko Andikabina, arsitek dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), setiap peralatan elektronik yang berhubungan dengan sumber listrik akan mengeluarkan panas. Meskipun kontribusinya tidak besar, tanpa kita sadari barang-barang tersebut membuat suhu ruang meningkat.

Selain meningkatkan suhu ruang, barang barang elektronik ini juga memberikan sumbangan terbesar untuk biaya listrik di rumah. Namun masalah ini dapat disiasati dengan menggunakan barang-barang elektronik yang ramah lingkungan. Menurut Ren Katili, saat ini barang elektronik yang ramah lingkungan sudah banyak dijual di pasaran, misalnya saja lampu LED yang mengklaim tidak panas ketika disentuh. Kurangi Bara

Jurus Pas untuk Usir Panas

Sirkulasi yang baik, penggunaan material yang tepat, dan pengelolaan bidang ruang yang juga cermat, menjadi trik jitu membuat rumah terasa sejuk dan nyaman. Rumah mungil Anda pun terbebas dari panas yang bikin gerah.

Baca juga : Jual Genset Balikpapan

Sudah sempit, bikin gerah. Ya, masalah rumah sempit tidak hanya melulu seputar pengelolaan tata interior ruang, perkara panas dan pengap adalah masalah lain yang seringkali menghinggapi rumah-rumah mungil. Terlebih lagi rumah berada di kawasan yang beriklim tropis lembap seperti Indonesia ini, masalah cuaca panas bukanlah hal baru. Penggunaan AC dan merenovasi rumah secara besar-besaran pun dianggap menjadi solusi yang pas untuk membuat rumah terasa sejuk. Padahal, penggunaan AC malah membuat bengkak biaya listrik di rumah.

Merenovasi rumah dalam skala besar hanya akan menguras kocek Anda lebih dalam. Sebenarnya, tanpa hal-hal tersebut kesan sejuk dalam ruangan dapat tercipta. Bagaimana caranya? Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis mengatakan kesalahan desain dalam membangun rumah mungil terletak pada persoalan sirkulasi udara. Pada umumnya, suhu ruangan ideal di dalam rumah berkisar pada 26°-28°C.

Jadi, bila suhu di luar ruangan (area luar rumah) jauh lebih panas, yang perlu Anda lakukan adalah mengondisikan suhu dalam ruang tetap pada suhu ideal tersebut. Menurut Ren, itu bukanlah perkara sulit, menciptakan rumah sejuk dan nyaman, caranya dengan memperhatikan beberapa tip berikut. Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda lakukan untuk menciptakan kesan sejuk dan adem, seperti pemilihan warna, material, menambahkan secondary skin, dan membuat wind cathcer (cerobong angin).

1. Berdasarkan sifatnya, udara akan mengalir dari tempat bersuhu dingin ke tempat bersuhu panas. 2. Media tangga akan membantu pergerakan udara menuju ke atap rumah. 3. Adanya wind catcher (penangkap angin) di bagian atap rumah akan membantu mengeluarkan udara panas di dalam rumah dan menggantinya dengan udara baru dari luar.

Kelola Kembali Letak Ruang

Tetap perhatikan orientasi arah mata angin. Sisi rumah yang menghadap barat pasti akan terpapar sinar matahari lebih banyak ketimbang sisi rumah bagian timur atau selatan. Tidak heran bila ruang di sisi barat ini akan terasa lebih panas dibanding ruang-ruang lainnya. Ketika pagi hari, sisi timur rumah akan mendapatkan cahaya matahari lebih banyak dibanding ruang lainnya, tapi saat memasuki jam 12 ke atas, paparan sinar matahari akan menyinari rumah sisi barat.

Rumput Taman Mengapa Gundul atau Botak? Bagian 2

Jangan Terlalu Sering Diinjak Rumput yang tumbuh baik, daunnya tidak mudah rusak ketika diinjak. Namun jika terlalu sering diinjak, lama kelamaan akan menyebabkan botak atau gundul. Oleh sebab itu, adanya jalan setapak pada tempat-tempat tertentu akan menyelamatkannya dari kebotakan. Jalan setapak sebagai jalur sirkulasi orang ketika melewatinya atau ketika menyirami taman.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Perawatan Rutin

Perawatan rumput gajah dan rumput jepang sama saja, tidak ada yang spesifi k. Pada awal penanaman , sekitar 2 bulan setelah tanam, rumput harus disiram terus menerus pada malam hari. Jika akar sudah masuk ke tanah, secara rutin disiram air, disiangi, dan dipupuk. Ada dua jenis pupuk untuk rumput, yaitu NPK untuk menambah kesuburan dan pupuk urea yang akan mempercepat pertumbuhannya. “Tapi perlu diperhatikan, rumput yang baru ditanam kurang dari 2 bulan belum bisa diberi pupuk, karena akarnya belum masuk sempurna ke dalam tanah,” kata David mengingatkan.

Pemotongan secara berkala juga harus dilakukan, yaitu 2 bulan sekali untuk rumput gajah atau 3 bulan sekali untuk rumput jepang agar regenerasi daun bisa sempurna. Daun muda selalu tumbuh dan rumput akan kelihatan lebih segar dan hijau. Pastikan juga rumput tidak terganggu oleh gangguan rumput liar atau serangga, misalnya semut dan ulat.

Jenis Rumput

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya kenali dahulu jenis rumput yang sesuai keinginan Anda. Menurut David, secara umum ada 2 jenis varietas rumput, yaitu rumput gajah dan rumput jepang. Untuk rumput gajah sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu rumput gajah biasa dan rumput gajah mini.

Sedangkan untuk varietas rumput jepang ada beberapa jenis, yaitu rumput swiss, rumput manila, dan rumput golf. Rumput gajah daunnya besar, lebar, dan agak keras, dan biasa ditanam di tempat umum. Rumput gajah mini daunnya lebih kecil dibanding gajah biasa dan ujungnya membulat, kerap ditanam di halaman rumah. Sedangkan rumput jepang berdaun panjang, kecilkecil, dan lembut.

Rumput Taman Mengapa Gundul atau Botak?

Meskipun telah dirawat dengan sebaik mungkin, akan tetapi tak jarang rumput di taman nampak masih gundul atau botak. Mengapa bisa terjadi demikian? Sejuk dan segar, itulah yang terasa jika memandang rumput hijau di halaman rumah Rumput menjadi “alas” taman untuk dipadukan dengan berbagai tanaman dalam satu konsep lansekap.

Baca juga : Jual Genset Bali

Jika tanpa ditambah dengan tanaman lain pun, taman yang hanya dihijaukan oleh rumput tetap mampu memberi kesegaran, baik di taman depan maupun di belakang rumah. Ketika menanam rumput pada sebuah taman, pertimbangkanlah aktivitas yang akan dilakukan di atasnya. Perhatikan pula posisinya di taman tersebut. karena itulah sebab yang menjadikan rumput dapat tumbuh dengan lebat dan hijau.

Sebaliknya, jika kurang terawat dan keliru menanamnya, maka rumput di taman Anda akan terlihat gundul atau botak. Harus Terkena Sinar Matahari Menanam rumput tidaklah sulit. Walau demikian Anda perlu tahu cara merawatnya. Kebanyakan orang merasa sudah cukup dengan menyiramnya secara rutin. Sebenarnya bukan sekadar disiram. Karena , walaupun telah disiram, bisa saja terjadi area tertentu, mengalami pertumbuhan yang tidak selebat di area lainnya, dengan begitu terlihat botak dan di area lainnya nampak gundul.

Menurut David Ichwanudin, pemilik DF Lanscape and Design yang ditemui di Rawa Belong, Jakarta Barat, rumput gundul atau botak karena tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. Mungkin posisinya yang terhalang oleh pohon yang besar dan lebat, atau karena posisinya dekat dinding atau bangunan tinggi yang memetakan bayangannya di sekitar rerumputan tersebut. Ini mengakibatkan sinar matahari tidak bisa sempurna ditangkap oleh rumput.

“Jika kurang mendapatkan sinar matahari maka tidak bisa maksimal pula pertumbuhannya atau “kalah” jika dibandingkan dengan rumput yang terkena matahari,” kata David menjelaskan. Itulah sebabnya, rumput yang berada di area teduh ini sering terlihat gundul atau botak. Jalan keluarnya adalah area tersebut jangan ditanami rumput lagi. Gantilah dengan jenis tanaman lain yang lebih cocok untuk area teduh.

Cara lainnya, area teduh tersebut dimanfaatkan untuk jalan setapak dengan memasang stepping stone atau batu pijakan berupa batu alam atau koral yang menarik yang sekaligus berfungsi sebagai penghias taman.

Taman Asri di Beranda Belakang dengan Rumah yang Dilengkapi Genset

Taman Asri di Beranda Belakang dengan Rumah yang Dilengkapi Genset. Harga genset murah bisa didapatkan melalui Distributor Jual genset Jakarta resmi yang memberikan potongan harga yang bisa dinegosiasikan.

Jika tersedia lahan yang cukup lapang di halaman belakang, manfaatkanlah sebaik-baiknya untuk taman. Taman yang diisi berbagai tanaman akan terlihat sejuk dan asri. Suasana alam seperti inilah yang diyakini oleh pemilik rumah ini menjadi terapi yang baik bagi kesehatan. Erly Lidjaya, pemilik rumah di kawasan Serpong menyadari bahwa rumah tanpa tanaman hijau akan terlihat kaku dan gersang. Dibandingkan taman di depan rumah, Erly lebih menyukai taman yang terletak di beranda belakang rumahnya untuk rileks menikmati alam.

Taman ini bisa dilihat dari dalam rumah yaitu dari ruang makan, dapur, dan ruang keluarga. Itulah sebabnya ia menatanya sebaik mungkin dan sengaja dibuat tidak terlalu rimbun oleh tanaman. “Supaya taman tetap terlihat lapang namun tetap ada kesejukan ketika memandangnya,” tutur Erly beralasan. Semua tanaman ditanam di pinggir sehingga menyisakan area kosong di bagian tengahnya. Taman ini pun semakin terkesan memperluas rumah karena ada kesatuan suasana alami antara ruang dalam, teras, dan halaman belakang.

Tanaman Berdaun Indah

Untuk menghijaukan suasana, pemilik rumah lebih memilih tanaman yang berdaun indah daripada jenis tanaman berbunga. Karena, menurut Erly, tanaman bunga akan menyisakan tangkai bunga yang layu yang kecokelatan yang tidak sedap dipandang. Tangkai dan kuntum bunga yang layu harus rajin dibuang untuk merangsang tumbuhnya bunga baru. Masalahnya, ia merasa kurang bisa merawatnya sehingga ia memilih tanaman berdaun indah.

Setiap lekuk daunnya terlihat artistik, seperti contohnya siklok, adenium, palem, philodendron, dan fitoi. Perbedaan bentuk daun dari berbagai tanaman juga menyajikan komposisi bentuk yang menawan. Di taman ini hanya ada satu jenis tanaman berbunga, yaitu kamboja cendana. Ini dipilih sebagai tanaman peneduh karena daunnya rimbun dan jika daunnya tanggal ia cepat tumbuh kembali. Kuntum bunga kamboja yang berjatuhan menaburi taman juga menambah keindahan taman.

Dilengkapi Gazebo

Taman di belakang rumah ini juga dilengkapi dengan gazebo yang di bawahnya ada kolam ikan. Dari gazebo inilah pemilik rumah biasanya menikmati keindahan puluhan koi yang mengisi kolam. Sepulang bekerja, pemilik rumah melintasi jalan setapak menuju gazebo untuk memberi makan koi kesayangannya. “Memberi makan koi ini seperti ritual penghilang stres setelah menembus kemacetan di jalanan,” tutur Erly yang berkantor di daerah Kota, Jakarta Barat. Untuk menjaga taman agar tidak rusak dan tetap asri, disediakan jalan setapak yang menjangkau ke beberapa area. Jalan setapak ini selain untuk jalur sirkulasi orang menuju gudang dan area servis, juga agar tidak mengganggu tumbuhnya rumput gajah mini.

Jalan Setapak

Sayang rasanya jika rumput yang sudah tumbuh lebat dan hijau ini terinjak-injak oleh orang yang melintas atau ketika menyirami tanaman. Untuk itu diperlukan jalur pijakan berupa jalan setapak. Jadi, jalan setapak merupakan elemen yang penting agar taman terjaga kerapiannya. Jalan setapak harus direncanakan dengan baik sehingga mampu menambah nilai estetika, yaitu meliputi letak, bentuk, dan material penyusunnya. Posisinya harus ergonomis dan bentuknya estetis sehingga nyaman dipijak, aman, dan indah dilihat.

Bentuk jalan setapak banyak pilihan, misalnya lurus, kurva, lengkungan, atau tak beraturan hingga menyerupai “tulang” pada taman. Batu pipih dipadu dengan koral, umum dipilih sebagai batu pijakan atau yang mengisi sela-sela jalan setapak. Agar batu pijakan tidak melesak ke dalam tanah, di bawahnya perlu dibuat pelesteran sebagai penahan.