Aduh, Gatalnya Bag4

Selain itu, Mama yang menderita ICP saat hamil kemungkinan besar akan mengalaminya kembali di kehamilan selanjutnya. TIP ATASI GATAL-GATAL Untuk meredakan gatal-gatal akibat kulit kering, stretch marks, PUPPP, dan ICP, mamil dapat mencoba beberapa tip sederhana ini: U Gunakan sabun mandi yang ringan kandungan kimiawinya atau memiliki kadar pH rendah.

Baca juga : Kerja di Jerman

Sabun bayi dan sabun organik umumnya tidak mengandung detergen ataupun pewangi dan memiliki kadar pH seimbang (5,5) yang baik bagi kulit. U +indari mandi dengan air hangat karena akan membuat kulit semakin kering dan gatalgatal semakin kuat. U Mandi oatmeal. Menurut American Academy of Dermatology, oatmeal diketahui memiliki kemampuan menormalkan pH kulit. Selain itu, kandungan zat besi, tembaga, selenium, dan niasin pada oatmeal juga bermanfaat dalam menutrisi kulit. Tambahkan beberapa sendok oatmeal ke dalam bak mandi, lalu berendamlah selama beberapa menit agar nutrisi terserap ke kulit. U

Oleskan losion atau pelembap tanpa pewangi (unscented) atau baby oil pada kulit untuk menjaga kelembapannya. Pilih losion atau krim penghilang stretch marks yang tidak mengandung alkohol, karena kandungan alkohol berpotensi membuat kulit kering. U Selain menggunakan losion atau krim khusus, mamil juga bisa memakai minyak zaitun untuk dioleskan di area stretch marks yang terasa gatal. U /etakkan kompres air dingin pada area yang terasa gatal alih-alih menggaruknya. U

Tidak menggaruk area stretch marks atau bagian kulit yang terasa gatal. Percaya atau tidak, menggaruk sesungguhnya tidak mengurangi rasa gatal. Menggaruk justru akan membuat stretch marks bertambah besar dan menimbul kan luka pada kulit. U Kenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan longgar sehingga tidak memicu gatal. U

Hindari berada di bawah sinar matahari langsung atau di area yang sangat panas sehingga memicu keluarnya keringat dan membuat kulit gatal. U Minum banyak air, minimal  gelas sehari, untuk menjaga kelembapan kulit. U Bila gatal-gatal tak bisa diatasi dengan losion, dokter akan membantu meresepkan obat oles golongan kortikosteroid yang aman. Jika upaya ini tidak efektif juga, mamil akan diresepkan obat alergi yang aman pula untuk janin.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Tidur Ke Kanan Atau Telentang Bahayakan Janin Bag2

Lalu, risiko apa saja yang akan didapat mamil dan janinnya bila tidur dengan posisi tidur yang salah? Bila terjadi penurunan jumlah aliran darah ke janin akibat posisi tidur berbaring telentang atau miring ke kanan, dikhawatirkan akan terjadi kondisi hipoksia pada janin, Ma. Hipoksia adalah berkurangnya kadar oksigen pada darah janin yang dapat menyebabkan terjadinya gawat janin atau kematian janin.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Duh! MIRING KE KIRI Tenang, Ma, risiko tersebut dapat dihindari dengan menerapkan posisi tidur yang aman sesuai trimester kehamilan. Pada trimester pertama, rahim belum membesar, sehingga semua posisi tidur aman, tidak memengaruhi aliran darah ke janin. Pada trimester kedua dan ketiga, yang paling aman adalah posisi tidur berbaring miring ke kiri. Selain dapat menghindari risiko terjadinya kondisi hipoksia pada janin, tidur menghadap ke kiri diyakini juga bisa mengurangi pembengkakan di bagian kaki yang biasanya kerap dialami mamil.

Dr. Lucy Chappell, dari divisi kesehatan perempuan di King’s College London (salah satu pusat penelitian terkemuka di London), menambahkan, tiga per empat perempuan hamil cenderung memilih tidur dengan menghadap ke kiri, angka ini lebih tinggi dibanding posisi tidur perempuan yang tidak dalam kondisi hamil. Ini bisa terjadi karena kemungkinan secara alami dan tanpa disadari, mamil memilih posisi yang terbaik untuk bayinya.

Agar terbiasa tidur dengan posisi menghadap ke kiri, posisi yang aman bagi mamil dan janin, Mama perlu membiasakan untuk tidur miring ke kiri sejak kehamilan trimester pertama atau kedua. Ini perlu dilakukan agar Mama terus menerapkan posisi tersebut hingga kehamilan trimester akhir, dimana risiko kematian janin semakin besar seperti yang dijelaskan oleh para peneliti University of Auckland.

Memang, sih, Ma, kadang saat tidur tanpa kita sadari posisi tidur akan berubahubah. Tetapi, kita dapat mengantisipasinya dan tetap dapat tidur dengan nyaman, lo. Caranya? Sebelum tidur, Mama siapkan tiga buah bantal, kemudian letakkan satu bantal di antara kedua kaki Mama, satu bantal di bawah perut, dan satu lagi di belakang punggung. Bila dirasa kurang nyaman, Mama bisa mengubah posisi bantal di mana saja asalkan Mama bisa tidur disangga bantal di depan dan belakang seperti bayi.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Bolehkah Menggendong Si Batita Bag3

Hindari menggendong di depan dan tumpukan beban batita pada tangan mama. Usahakan tulang punggung tetap dalam kondisi lurus saat mengangkat. Perlahan tekuk lutut dan pusatkan beban pada paha saat mengangkat. Jangan biarkan punggung membungkuk karena bisa menekan perut. Selain itu, beban akan terpusat pada punggung dan berisiko menimbulkan cedera. Minta batita untuk tidak banyak bergerak, terlebih mengentakkan kaki, karena perut mama bisa tertendang..

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Saat usia kandungan memasuki pertengahan trimester kedua atau lebih dari 20 minggu, sebaiknya mama tak menggendong batita atau mengangkat beban berat lagi untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi. Sejak trimester pertama, ada baiknya mama mengonsultasikan dulu pada dokter terkait dengan kesehatan janin, apakah memungkinkan untuk menggendong.

Soalnya, untuk mamil dengan riwayat keguguran atau komplikasi kehamilan sebelumnya, aktivitas angkat beban biasanya tak direkomendasikan. Namun, sebaiknya sih, mama yang sedang hamil tidak menggendong batita dan menyerahkan aktivitas tersebut pada papa atau orang dewasa lain bila memungkinkan.

Saat usia kandungan memasuki pertengahan trimester kedua atau lebih dari 20 minggu, sebaiknya mama tak menggendong batita atau mengangkat beban berat lagi untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Saat makan, saat yang menyenangkan

Makan adalah salah satu kemampuan dasar dan bagian dari tahapan tumbuh kembang anak. Karena itulah, si kecil perlu mempelajari proses makan sejak ia mengenal makanan pendamping asi di usia 6 bulan. Sebagai orangtua, tentu kita perlu mendukung buah hati dengan menciptakan belajar makan yang menyenangkan. Damping si kecil saat makan dan gunakan alat makan yang aman, menarik, serta yang mudah digunakan olehnya.

Untuk mangkuk, misalnya, kita bisa memilih yang bagian dasarnya tidak bersudut sehingga memudahkan anak saat mengambil makanan. Sendok makannya juga mesti ergonomis sehingga membuat tangan anak nyaman memegangnya. Begitu juga gelas/botol minumnya, selain ergonomis, pertimbangkan juga yang memiliki cover/penutup sehingga menjaga tempat minum anak selalu higienis. Selamat menciptakan saat makan yang menyenangkan!

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Menghubungkan Indonesia, Membangun Perekonomian Daerah

Hari Perhubungan Nasional yang diperingati setiap 17 September menjadi momen tepat untuk melihat kembali kinerja dan perkembangan sektor transportasi serta logistik di Indonesia. Sebuah catatan penting dalam beberapa tahun belakangan ini, pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tapi juga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau disebut 3T. Hal itu bukan sekadar membuka keterasingan, melainkan juga membangun perekonomian daerah itu.

Jika perekonomian diibaratkan sebagai tubuh manusia, transportasi adalah urat nadi yang punya peran begitu besar. Maka, untuk membangun perekonomian, sudah sewajarnya jika transportasi mendapat perhatian khusus dari para pemangku kepentingan. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sektor transportasi menyumbang 5,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2016. Dalam beberapa tahun belakangan, pertumbuhan rata-rata sektor transportasi di atas tujuh persen per tahun atau lebih besar dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan.

Mengenal Tanda Lahir

  1. Tipe pigmen : Mole (Tahi lalat melanositik kongenital) Ditemukan pada bayi saat lahir, 15% terletak di daerah kepala dan leher, tetapi dapat terjadi di manapun pada tubuh. Muncul dengan warna cokelat muda pada orang berkulit putih, ham pir hitam pada orang berkulit gelap. Muncul dalam berbagai ukuran dan tidak teratur dalam bentuk.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

  1. Café au lait Dapat terjadi di manapun pada tubuh, paling sering oval dan berwarna cokelat muda, atau kopi susu. Tanda lahir ini dapat hadir pada saat lahir, atau mun cul pada anak usia dini, dan tidak pudar dan dapat meregang dan menjadi lebih besar.
  2. Mongolian spot (dermal melano cytosis) Ini tanda lahir bawaan jinak datar dengan batas bergelombang dan ben tuknya tidak beraturan, yang paling umum didapatkan di antara orang Asia Timur dan orang-orang Turki (tidak ter masuk Turki di Asia Kecil), dan dinamai Mongolia. Biasanya menghilang tiga sampai lima tahun setelah kelahiran dan hampir selalu menghilang saat usia pubertas. Warna yang paling umum adalah biru, meskipun mereka bisa biru-abu-abu, biru-hitam atau cokelat tua.

B. Tipe pembuluh darah (vaskuler):

  1. Stork bite Disebut juga “gigitan bangau” atau “ciuman malaikat” atau “salmon patch”, muncul berwarna merah muda atau kecokelatan, datar, berbentuk tidak teratur tanda pada lutut, belakang leher, dan/ atau dahi, kelopak mata dan, kadang-kadang, bibir atas. Kulit tidak menebal dan terasa berbeda dari kulit lain di tubuh. Hampir setengah dari semua bayi memiliki tanda lahir ini. Akan hilang seiring bertambahnya umur, sebagian besar sudah tak terlihat di usia 1 tahun.
  2. Strawbery mark (hemangioma) adalah tumor jinak dari sel yang me lapisi pembuluh darah saat masa bayi (strawberry mark) yang biasanya akan menghilang saat usia 10 tahun (self-involusi) Ini biasanya muncul selama minggu minggu pertama kehidupan, pada bayi ini adalah tumor yang paling umum.
  3. Port-wine stain (nevus flammeus) Kadang kita sering keliru dengan straw berry mark, yang tampak pada saat lahir dan berwarna mulai dari merah muda pucat sampai seperti warna anggur me rah. Tidak teratur dalam penampil an, biasanya cukup besar. Seiring dengan waktu, noda port-wine bisa menjadi tebal atau menonjol dan tidak pudar. Mikhail Gorbachev (Port-wine stain) Berita baiknya, kebanyakan tanda lahir tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan. Tanda lahir tipe pigmen biasanya akan menghilang sendiri se iring bertambahnya usia. Tanda lahir tipe pembuluh darah (vaskuler) mung kin diperlukan untuk ditipiskan dihi langkan untuk alasan kosmetik, bisa dilakukan dengan disuntikkan steroid, laser dermatologis atau dengan operasi dermatologi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Misteri Tambang Menggerung

Dyffa dan mamanya berlibur ke Buntok, Kalimantan Tengah, untuk mengunjungi Ayah yang bekerja di pertambangan batubara. Bersama teman-teman barunya, Dyffa menjelajahi Buntok yang tidak terlalu luas, tapi tertata rapi. Di sini ada hewan yang sangat dilindungi, yaitu Kucing Buntok atau kucing hutan yang bulunya mirip harimau.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Namun, kucing ini terancam kelangsungan habitatnya, karena banyak orang tidak bertanggung jawab yang menyelundupkannya ke luar daerah Buntok, juga ke luar negeri. Bersama teman-teman barunya, Dyffa terlibat dalam pemecahan misteri, siapa gerangan yang menyelundupkan hewan tersebut. Sampai suatu hari, Dyff a dan kawan-kawannya mendengar suara gerungan dari sebuah pertambangan. Kok, ada suara menggerung di sebuah pertambangan? Teman-teman Dyff a mengatakan, tambang tersebut menyeramkan. Namun, rasa penasaran mengalahkan rasa takut, mereka malah masuk ke tambang tersebut.

Pengen Sama Papa “Sore hari, Adel seperti biasa digendong mbahnya di teras. Saat sedang asyik main bersama mbahnya, saya dan mamanya pulang. Melihat saya masuk rumah, dia langsung rewel dan teriak-teriak. Mamanya segera menggendong, eh, dia malah tambah rewel, badannya terus menggeliat-geliat tidak jelas. Lalu, saya gendong, deh, wuiih dia senang banget. Dia langsung ketawa dan senyum-senyum.” Felisitas Novianto Pamungkas, papa dari Adelard Cetta Gavriel (7 bulan)

The New Fat-Loss Not Weight–Loss

Selama ini banyak sekali orang yang bersusah payah melakukan berbagai cara demi bisa langsing, dari diet habis-habisan sampai olahraga mati-matian. Padahal, untuk apa menjadi langsing jika tidak sehat, untuk apa punya berat badan yang rendah jika rentan terhadap penyakit? Nah, melalui buku ini yang terpenting adalah mendapatkan bentuk tubuh ideal dengan cara yang sehat. Fokusnya bukan untuk menurunkan berat badan, tetapi untuk membakar lemak dan meningkatkan massa otot. Caranya? Tentu dengan menjaga asupan dan nutrisi, menjaga pola makan, dan membiasakan berolahraga. Dalam buku ini, kita dapat menemukan bahanbahan makanan yang cocok untuk pembentukan tubuh. Pola makan dan langkah-langkah berolahraga juga dibahas tuntas agar kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasanya disajikan dengan akrab, komunikatif, dan lugas.

Sumber : https://eduvita.org/

Permainan Untuk Perkembangan Bicara Bag2

? Apa yang aku punya Permainan ini bertujuan agar anak dapat menceritakan tentang apa yang dimilikinya. Kita dapat menggunakan mainan sebagai objek yang ingin diceritakan. Cara Bermain: Berikan sebuah mainan kepada anak, sementara kita memegang sebuah mainan lain. Kemudian, secara bergantian dengan anak, ceritakan tentang mainan yang dimiliki.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Contoh: Mama : Aku punya bola. Anak : Aku punya mobil-mobilan. Mama : Bolaku warna oranye. Anak : Mobilku warna biru. Mama : Aku mau melempar bola. Anak : Aku mau mendorong mobil. Permainan ini dapat pula dilakukan di dalam lingkaran dengan melibatkan beberapa anak, seperti saudara atau kawan sebaya. Permainan ini juga dapat dikembangkan dengan menceritakan apa yang dimiliki dari dua sampai tiga hal yang ingin diceritakan secara langsung. Contoh: Mama : Aku punya bola. Bolaku warna oranye. Anak 1 : Aku punya mobil. Mobilku warna biru. Anak 2 : Aku punya kereta api. Kereta apiku juga warna biru. Anak 3 : Aku punya boneka beruang. Boneka beruangku warna cokelat.

? Berbisik pesan Permainan ini dapat dilakukan oleh tiga anak atau lebih. Cara Bermain: Buatlah sebuah pesan sederhana. Berikan pesan tersebut kepada anak pertama untuk disampaikan kepada anak kedua, lalu anak kedua menyampaikan pesan itu kepada anak ketiga, sampai pada anak yang terakhir. Anak yang terakhir akan mengatakan pesannya dengan suara lantang untuk memastikan pesan yang diterimanya itu benar atau salah. Jika pesan yang diterimanya itu salah, kita dapat dapat membetulkan dengan mengatakan pesan yang benar yang diterima anak pertama. Hal ini juga berarti, kita perlu menyesuaikan panjang atau pendeknya pesan yang diberikan dengan usia anak-anak yang bermain.

Rahasia anak berprestasi Kuncinya ternyata ada pada orangtua yang berdedikasi, demikian menurut penelitian dari Uni versity of Nebraska-Lincoln. “Anak mungkin da pat lahir dengan bakat tertentu, tetapi orangtualah yang pegang peranan dalam mengembangkan bakat tersebut,” kata psikolog Kenneth Kiewra yang memimpin penelitian ini. Orangtua memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kesuksesan anaknya, termasuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga bakat anak dapat ditemukan sejak dini. Tak heran jika banyak musisi terkenal yang mulai belajar musik sejak usia batita atau para penulis yang mulai menuliskan ceritanya dengan bantuan ibunya pada usia 4 tahun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Hamil Sehat Di Usia 35 Ke Atas

Dengan persiapan yang sangat matang, risiko bisa diminimalisir dan Mama tetap dapat menjalani kehamilan sehat. Kehamilan di usia matang alias 35 tahun ke atas memang memiliki beberapa risiko, terutama pada kehamilan pertama, meski tak menutup kemungkinan risiko terjadi pula pada kehamilan kedua.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Sangat penting mengetahui apa saja risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan di usia matang agar kita bisa lebih berhatihati dan menjaga gaya hidup demi keselamatan diri sendiri dan janin (lihat boks). Namun, jangan terlalu khawatir, Ma. Aneka risiko tersebut bukanlah angka mati. Maksudnya, tidak semua mamil usia 35 ke atas akan mengalami kehamilan bermasalah. Banyak juga, lo, mamil di usia matang yang sehat-sehat saja dan tetap bisa menjalani kehamilan yang normal serta melahirkan bayi yang juga sehat.

INI RAHASIANYA, MA! Yang penting, Mama menuruti nasihat dokter dan melakukan saran-saran di bawah ini: ? Lakukan tes prenatal. Tes prenatal membantu menentukan risiko bayi lahir cacat. Tanyakan kepada dokter tentang tes ini sehingga Mama dapat mempelajari risiko dan manfaatnya, serta memutuskan yang tepat untuk Mama dan janin.

? Konsumsi asam folat. Semua mama harus mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram asam folat per hari sebelum dan selama trimester awal kehamilan. Konsumsi asam folat membantu mencegah cacat lahir yang terkait otak dan sumsum tulang belakang. Asam folat sangat penting untuk mamil di usia matang karena berisiko lebih tinggi memiliki bayi dengan cacat lahir. Beberapa mama mem butuhkan lebih dari 400 mikrogram asam folat, tapi jangan mengonsumsinya lebih dari 1.000 mikrogram (satu miligram) tanpa pertimbangan dokter.

? Menjaga asupan pola makan sehat dan seimbang. Selama kehamilan, Mama perlu memperbanyak buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Kita pun harus makan setidaknya empat porsi makanan kaya kalsium setiap hari untuk menjaga kekuatan tulang dan membantu pembentukan tulang janin.

? Jaga penambahan berat badan sesuai yang disarankan dokter. Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, idealnya BB bertambah sebanyak 10-15 kg. Jika sebelum hamil, tubuh kita sudah gemuk, biasanya dokter menyarankan penambahan BB sekitar 7-11 kg. Memiliki IMT yang sesuai dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dan gangguan tumbuh kembang janin. Risiko mamil terhadap diabetes dan darah tinggi juga ikut berkurang.

? Berolahraga secara teratur. Olahraga teratur akan membantu kita menjaga BB yang sehat dan menambah kekuatan otot-otot supaya lebih kuat saat melahirkan nanti, selain juga dapat me ngurangi kadar stres. Pastikan program latihan yang Mama lakukan mendapat persetujuan dokter, supaya terhindar dari risiko yang tak diinginkan.

Kok Kamu Usil Sih, Dek?

Keusilan batita mengindikasikan bahwa kemampuan motorik halus dan kasarnya sedang berkembang baik. Bahkan tingkat kecerdasan anak batita yang usil biasanya di atas rata-rata. Hal-hal seperti berikut ini bisa saja familiar buat Mama papa : si adik secara tiba tiba merebut barang milik kakaknya kemudian terlihat sangat suka ketika si kakak marah atau menangis.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kadang kala, si kakak yang sedang asyik bermain balok-balok susun diganggu si adik dengan merobohkan menaranya, kemudian si adik terlihat tertawa menikmatinya. Atau ia terkadang mengambil beberapa makanan yang berada di piring kakaknya. Semua ia lakukan dan sambil mencermati ekspresi dari si kakak yang selalu berubah. Ia pun terlihat sangat senang sekali dengan perubahan ekspresi si kakak.

Batita sudah bisa usil, ya? Walaupun seringkali menimbulkan pertengkaran kakak-adik yang sanagt heboh, sebenarnya Mama Papa tidak perlu merasa cemas. Menurut Endang Fourianalistyawati, MPsi, psikolog dan dosen dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta, keusilan batita merupakan hal yang wajar. “Usia batita merupakan tahap perkembangan emas atau golden age dimana anak sering mencoba banyak hal untuk memenuhi rasa ingin tahunya, yang biasanya semakin meningkat seiring semakin bertambahnya usia,” ujarnya.

USIL = KREATIF?

Di satu sisi, menurut Endang, keusilan adalah sebuah indikasi kreativitas anak untuk merespons hal baru yang terlihat di depan matanya. Keusilan ini dapat membantu mengembangkan kemampuannya untuk berbagai banyak hal. Misal, meningkatkan kemampuan untuk problem solving karena anak bisa melihat sisi lain dari suatu kondisi kemudian menciptakan hal-hal kreatif untuk memenuhi keinginannya.

Keusilan batita juga bisa untuk mengindikasikan kemampuan motorik halus dan kasarnya sudah berkembang dengan baik, dengan demikian anak senang mempraktikkan keahlian-keahlian barunya. Tingkat kecerdasan pada anak yang usil ini pun biasanya di atas ratarata. Pada batita yang kemampuan humornya cukup baik, ia juga senang untuk melakukan keusilan yang dapat membuat lingkungan sekitarnya tertawa. “namun kadangkal, anak bisa usil karena hanya iseng semata,” tutur Endang. Di sisi lain, keusilan bisa menjadi salah satu diantara banyak indikasi anak yang hiperaktif.

Sumber : pascal-edu.com

Sudah Periksa Kehamilan, Ma?

sat-jakarta.com – Pemeriksaan kehamilan yang rutin sangat penting untuk menjaga kandungan Mama tetap sehat. Masuk trimester 2, perut hamil Mama mulai terlihat. Umum nya, kondisi kehamilan di fase ini terasa lebih nyaman diban dingkan trimester 1. Rasa mual berkurang, selera makan yang tadinya sempat hilang kembali muncul, dan emosi Mama pun lebih stabil. Di fase ini pula, produksi hormon estrogen di tubuh Mama meningkat pesat.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Salah satu imbasnya, gairah seksual Mama menjadi lebih tinggi dari biasanya. Meski segalanya terasa begitu normal, Mama tetap harus menjaga dan memantau kondisi kehamilannya. Pasalnya, ada sejumlah kelainan yang umumnya ditemui di kehamilan trimester 2. Contoh kelainan yang dapat terjadi pada mamil adalah kencing manis, anemia, dan keputihan yang abnormal. Sementara pada janin yaitu, Down syndrome, hidrosefalus, serta pertumbuhan janin terhambat.

Perihal lainnya yang bisa juga jadi membahayakan kehamilan pada trimester 2 ialah perdarahan, keguguran, dan juga preeklamsia. Semua risiko tersebut dapat dihindari apabila Mama melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan kualitas pertumbuhan janin bisa optimal.

Pemeriksaan Rutin

Berlandaskan rekomendasi dari Departemen Kesehatan, pada trimester 2 ini (usia kehamilan antara 4-6 bulan atau 14-28 minggu), Mama perlu melakukan pemeriksaan kehamilan minimal satu kali. Bila kondisi kehamilan Mama sehat, pemeriksaan dapat dilakukan setiap sebulan sekali. Nah, apa saja pemeriksaan rutin yang akan dilakukan terhadap Mama di trimester 2? Ini dia!

• Pemeriksaan tekanan darah. Menghindari bahaya hipertensi selama kehamilan. Usia kehamilan 14-28 minggu. • Pemeriksaan berat badan Memantau berat badan Mama, dan lingkar lengan atas. yang akan mengalami peningkatan secara signifikan ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu. Hal ini penting untuk mencegah Mama menjadi overweight. Usia kehamilan 24-28 minggu. • Pemeriksaan untuk tinggi fundus (bagian atas rahim) memakai alat bantu meteran. Mengetahui apakah tinggi fundus sesuai dengan usia kehamilan berdasarkan kalender. Tinggi fundus ialah dihitung dari jarak antara bagian atas rahim ibu hamil sampai tulang kelamin. Usia kehamilan di atas 20 minggu. Setelah 20 minggu, tinggi fundus akan sama de ngan usia kehamilan. Misal, pada usia kehamilan 26 ming gu, maka tinggi fundus adalah 26 sentimeter.

• Pemeriksaan USG. Melihat keadaan janin yang ada di dalam rahim, seperti mengetahui keadaan denyut jantung serta profil biofisiknya, lokasi plasenta, dan kecukupan air ketuban. Usia kehamilan 18-22 minggu. • Pemeriksaan laboratorium darah dan urine. Mengetahui kadar darah dan gula darah. Pada mamil yang kekurangan darah (anemia), pertumbuhan janinnya dapat terhambat. Sementara kadar gula darah yang tidak normal dapat memicu masalah Dia betes Melitus Gestasional (DMG). Usia kehamilan 24-28 minggu.